hbfgjhngfjngng
ujukhujkhk
  • Kunjungi DiJln.
  • Kunjungi DiJln..
  • Kunjungi DiJln..

Jumat, 27 Juli 2012

ANJUNGAN SULTRA DI TMII JAKARTA

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 02°45' - 06°15' Lintang Selatan dan 120°45' - 124°30' Bujur Timur serta mempunyai wilayah daratan seluas 38.140 km² (3.814.000 ha) dan perairan (laut) seluas 110.000 km² (11.000.000 ha).
Anjungan sulawei tenggara memiliki bangunan induk berupa tiruan “istana sultan buton” yang dinamakan Malige. Bangunan bertingkat empat ini seluruhnya terbuat dari kayu, dengan topangan 40 buah tiang yang berjajar lima ke belakang. Sejumlah tiang yang sama juga digunakan untuk bangunan di tingkat atasnya yang kian menyempit,  hingga jarak tiang yang satu dengan yang lainnya mekin ke atas makin pendek. Uniknya bangunan ini aslinya didirikan tanpa tali pengikat aaupun paku, tetapi hanya karena saling kait mengait. Namun nyatanya dapat kokoh diatas Sandi, yang menjadi landasan dasarnya. Aslinya lantai pertama Malige difungsikan sebagai tempat tinggal raja beserta permaisurinya.  Karena itu dilengkapi dengan ruang makan, ruang tidur dan ruang tamu yang terletak di depannya. Namun, Malige anjungan ini dipakai untuk memperkenalkan berbagai aspek budaya daerahnya. Di sini dapat disaksikan peragaan pakaian kebesaran Sulta Buton beserta permaisuri, pakaian raja muna, pakaian kapitalao (panglima perang), Bonto Balano (menteri besar) dan pakaian pasi (petugas pengurus benda pusaka keraton, serta pakaian adat dari masing-masing kabupaten yang ada di Sulawesi tenggara). Selain itu di tempat ini juga terdapat berbagai jenis binatang yang diawetkan seperti burung Maleo, Anoa, Biawak dan lain-lain.

Seperti daerah-daerah yang lain, pada hari Minggu dan hari libur anjungan ini menyelenggarakan berbagai keseniannya seperti tari-tarian Lariyangi, Linda, Honari dan Manguru di sangping berbagai jenis tari kreasi yang lain. Kesemuanya ditarikan oleh para remaja, yang sebagian merupakan putra-putri asal Sulawesi tenggara yang berdomisili di Jakarta. Upacara adat juga sering ditampilkan disini seperti upacara perkawinan, upacara adat “motasu” yang merupakan bagian dari upacara pembukaan ladang baru, dan jenis-jenis upacara lain. Dalam kesempatan demikian, umumnya acara diakhiri dengan “Molulo”, yaitu menari bersama dengan bergandengan tangan antara pria dan wanita yang membentuk lingkaran. Gaya dan hentakan kaki yang dilakukan seirama dengan ritmik dan dinamiknya musik, membuat jenis tari pergaulan ini amat menarik dan mampu memberikan kegembiraan dalam suasana yang akrab.

Informasi :Kantor Penghubung Provinsi Sulawesi Tenggara
Jl. Sumenep No. 4 Menteng, Jakarta Pusat
Tlep. 021-3919954 Fax. 021- 330823

0 komentar:

Posting Komentar

Banner Iklan

Banner Iklan